Menu

Alat Kesehatan

Rumah Sakit

Blog Component

Perbedaan Syringe Pump dan Infusion Pump

August 8, 2017

Apa itu syringe pump dan infusion pump?

Apakah anda pernah mendengar tentang alat bernama syringe pump dan infusion pump? Atau mungkin anda sudah pernah mendengar namun sama sekali awam tentang alat kedokteran tersebut. Artikel ini akan menjelaskan tentang apa itu syringe dan perbedaannya dengan infusion pump.

Syringe pump adalah sebuah alat kedokteran yang berfungsi untuk memasukkan cairan obat ke dalam tubuh pasien secara teratur dalam jangka waktu tertentu yang tentunya sesuai dengan dosis dokter. Alat ini menggunakan hitungan per jam dan memiliki alarm yang berguna saat dosis dan waktu yang telah ditentukan habis. Alarm ini akan berbunyi dan menghentikan sistem pompa.

Lalu apa itu infusion pump? Infusion pump adalah alat yang berfungsi untuk memasukkan cairan obat ke dalam tubuh melalui pembuluh darah vena. Alat ini lebih sering anda kenal dengan nama infus. Infusion pump ini digunakan untuk memberikan nutrisi dari cairan infus atau pemberian obat yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai dengan jenis penyakitnya. Infusion pump memiliki dua dasar pompa yaitu pompa volume besar dan pompa kecil. Pompa besar dapat memompa solusi nutrisi cukup besar untuk memberi makan pasien. Pompa kecil seperti volume infus, untuk memasukkan obat seperti insulin atau obat-obatan lain. Hal ini umumnya digunakan intravena, meskipun subkutan, arteri dan epidural infus itu sering digunakan.

Lalu Apa Perbedaan Syringe pump dengan Infusion Pump

Walaupun memiliki nama dan fungsi yang hampir sama, kedua alat ini memiliki perbedaan. Perbedaan syringe pump dengan infusion pump antara lain:

  1. Infusion pump berguna untuk pemakaian selang infus sedangkan syringe pump memasukkan obat yang ada di dalam jarum suntik yang kemudian baru di masukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh vena.
  2. Syringe pump sangat praktis karena memudahkan tenaga kesehatan seperti dokter atau perawat untuk memasukkan obat ke dalam tubuh karena sifatnya yang otomatis sedangkan infusion pump selalu terkendala adanya sumbatan cairan pada selang infus tersebut.
  3. Infusion pump menghitung tetesan permenit dan harus selalu di kontrol sedangkan Syringe pump tidak lagi perlu hitung tetesan cairannya.

Walau begitu, kedua alat ini memiliki fungsi yang sama yaitu sama-sama berguna untuk memasukkan atau memberikan obat atau cairan melalui pembuluh darah vena. Dengan adanya kedua alat ini pasien atau orang yang membutuhkan obat tersebut dapat menghindari konsumsi tablet atau pil karena terkadang pasien mengalami kesulitan dalam meminumnya.

Alat ini adalah alat yang dapat digunakan untuk peralatan homecare atau dirumah namun pastikan dengan persetujuan dokter. Kedua alat ini hanya bisa anda dapatkan di toko atau perusahaan yang khusus menjual alat kesehatan.

Demikianlah artikel mengenai alat syringe pump dan infusion pump. Semoga artikel ini menambah pengetahuan dan dapat digunakan untuk referensi anda. Semoga Bermanfaat dan Salam Sehat!

Pengertian Audiometri Yang Benar

August 7, 2017
Audiometri adalah suatu metode pemeriksaan fungsi pendengaran dengan menggunakan suatu alat yang dapat menghasilkan suara dengan berbagai frekuensi dan kekuatan.Pemeriksaan ini kurang akurat jika digunakan pada seorang anak atau orang yang tidak mengerti perintah, karena penggunaan alat ini mengharuskan pasien untuk mengerti perintah saat mendengar suara. Pada orang yang tidak mengerti perintah akan kebingungan sehingga hasilnya kurang baik. Pemeriksaan audiometri ini penting untuk mengetahui penurunan ambang pendengaran karena biasanya orang tidak akan mengeluh sampai ambang pendengarannya menurun drastis. Bagi orang-orang yang bekerja pada daerah dengan tingkat kebisingan tinggi sebaiknya periksa audiometri secara rutin, dan perusahaan yang mempekerjakan orang pada tingkat kebisingan yang tinggi juga wajib memberikan pemeriksaan audiometri pada karyawannya, karena penurunan ambang pendengaran pekerja semacam ini termasuk dalam penyakit akibat kerja.
 
Sebenarnya ada 2 macam audiometri yakni audiometri nada murni(pure tone) dan audiometri tutur. Audiometri nada murni hanya menggunakan nada yang telah direkam dalam alat, sedangkan audiometri tutur dengan menggunakan suara tutur kata-kata yang telah ditentukan. Saat ini audiometri nada murni yang paling banyak dikerjakan diberbagai tempat karena lebih mudah dan objektif. Pada kesempatan ini saya hanya akan membahas audiometri nada murni saja.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara pasien masuk di dalam ruang kedap suara dan mengenakan headset khusus, kemudian diminta menekan tombol jika mendengar suara. Pada beberapa alat audiometri terbaru yang portable tidak memerlukan ruang kedap suara headsetnya sudah cukup untuk menahan suara dari luar. 

 

Hasil dari alat audiometri akan muncul berupa kertas dengan grafik yang disebut audiogram. dari pembacaan audiogram inilah kita tahu apakah fungsi pendengaran masih baik atau sudah berkurang bahkan hingga tuli. Audiogram berbentuk seperti berikut:
Audiogram dasar yang paling sederhana berbentuk tabel untuk membentuk grafik. Axis vertikal menunjukkan frekuensi suara yang diperdengarkan. Jika anda bayangkan sebuah piano atau alat musik lain, tuts untuk nada terendah adalah suara dengan frekuensi terendah. Axis horizontal adalah kekuatan suara yang diperdengarkan dengan satuan desibel. Semakin keras suaranya semakin tinggi nilai desibelnya. Sehingga jika suara-suara disekitar kita dimasukkan ke dalam audiogram kurang lebih seperti ini:
Gambar di atas menunjukkan beberapa hal yang dapat menimbulkan suara dengan frekuensi dan kekuatan tertentu. Misal kicauan burung frekuensinya tinggi dengan kekuatan rendah, suara pesawat frekuensi tinggi dengan kekuatan yang sangat kuat. Pada hasil audiogram setiap kali orang yang diperiksa menekan tombol saat mendengar frekuensi tertentu akan muncul titik-titik di dalam audiogram yang nantinya akan menjadi garis batas ambang pendengaran. Orang tersebut hanya dapat mendengar suara dengan kekuatan desibel lebih besar dari garis tersebut. Pada gambar sebelah kiri dibawah, area putih adalah area yang tidak bisa didengar orang tersebut, sedangkan area berwarna kuning adalah area suara yang dapat didengar orang tersebut. Sehingga jika kita bandingkan orang tersebut tidak akan bisa mendengar suara burung, tetapi masih bisa mendengar ucapan orang atau suara-suara yang lebih keras.
 
Namun, dalam pembacaan secara medis tentunya tidak sesederhana itu, terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan dan dihitung agar hasil diagnosis objektif. Sebelum masuk dalam pembacaan audiogram secara medis, mari kita simak terlebih dahulu simbol-simbol dan istilah yang akan muncul dalam audiogram ini.
 
  • Hertz                  :  Standar pengukuran untuk frekuensi suara. Pada audigram biasanya berkisar antara 250 Hz - 8000Hz
  • Desibel(dB HL)  :  Standar pengukuran untuk amplitudo atau kekerasan(intensitas) suara. Pada audiogram biasanya berkisar antara 0-110 dB HL
  • warna merah dan biru : jika yang diperiksa adalah telinga kiri maka titik dan garisnya berwarna  biru, sebaliknya jika telinga kanan yang diperiksa maka titik dan garis berwarna merah.
  • o dan x   : Kedua simbol untuk pemeriksaan hantaran udara(air conduction/AC), o untuk telinga kanan, dan x untuk telinga kiri.
  • and >  : Kedua simbol untuk pemeriksaan hantaran tulang (bone conduction/BC), < untuk telinga kanan dan > untuk telinga kiri
  • AC  : Air conduction, suara yang dihantarkan melalui udara
  • BC : Bone conduction, suara yang dihantarkan melalui tulang, pemeriksaan dengan bagian headset khusus yang dipasang di belakang daun telinga.

 

Simbol dan istilah diatas adalah yang paling sederhana, pada pemeriksaan yang lebih detail terdapat lebih banyak simbol seperti untuk masking, adanya implan, dsb. Setelah mengerti simbol-simbol tersebut sekarang kita bisa membaca sebuah audiogram dengan beberapa aturan:
1. Berdasarkan tingkat desibel terendah yang mulai dapat didengar, maka gangguan pendengaran dapat dibagi menjadi:
            a. -10 dB - 25 dB : Normal 
            b. 26 dB - 40 dB  : Ringan (Mild impairment)
            c. 41 dB - 55 dB  : Sedang (Moderate impairment)
            d. 56 dB - 70 dB  : Sedang-berat (moderate to severe impairment)
            e. 71 dB - 85 dB  : Berat (Severe impairment)
            f. > 85 dB            : Sangat berat (Very severe impairment)
*beberapa sumber ada yang berbeda sekitar 5 dB pada pengelompokan diatas.
Karena ada beberapa pemeriksaan di beberapa frekuensi mungkin kita bingung menggunakan yang mana sebagai penentu. Untuk menghitung ambang dengar kita gunakan hasil intensitas suara pada frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, dan 2000 Hz, ketiganya dijumlahkan kemudian dibagi tiga. Rata-rata itulah yang menjadi ambang dengar pendengaran pasien.
 
2. Penentuan tipe gangguan pendengaran
Untuk menentukan tipe gangguan pendengaran apakah gangguan konduksi, sensorineural atau campuran, kita harus membandingkan hasil audiometri bagian AC dan BC. Sebelum masuk ke pembandingan kita ingat dulu bahwa proses suara bisa diterima otak adalah melalui telinga bagian luar, tengah dan dalam. Pemeriksaan AC dengan hantaran udara memeriksa semua bagian telinga karena suara akan dihantarkan melalui semua bagian telinga. Sedangkan pada pemeriksaan BC, suara dihantarkan langsung melalui tulang tengkorak sehingga menyingkat langsung menuju telinga bagian dalam dan tidak memeriksa telinga luar maupun telinga tengah. Telinga luar dan telinga tengah berperan dalam hantaran suara, sedangkan telinga dalam terdapat saraf yang menerima rangsang suara. Dari teori tersebut dapat kita simpulkan jika:
 
a. Hasil AC terdapat peningkatan, dan BC dalam batas normal berarti ada gangguan pada telinga luar atau telinga tengah, sedangkan telinga dalam normal sehingga dapat disimpulkan gangguan pendengaran tipe konduksi.
b. Hasil AC dan BC terdapat peningkatan dengan hasil yang hampir sama, berarti terdapat gangguan di telinga dalam, sehingga disimpulkan gangguan pendengaran tipe sensorineural.
c. Hasil BC terdapat peningkatan ambang pendengaran, dan hasil AC juga meningkat lebih jauh berarti terdapat gangguan baik di telinga luar atau tengah dan telinga dalam, sehingga disimpulkan terdapat gangguan pendengaran tipe campuran.
 
Ringkasan:
1. Pemeriksaan pendengaran bisa dilakukan dengan alat audiometri.
2. Pada pemeriksaan audiometri akan didapatkan hasil audiogram yang harus diinterpretasi.
3. Dengan interpretasi hasil audiogram bisa diketahui adanya gangguan pendengaran jika ambang pendengaran terendah >25 dB
4. Dengan perbandingan hasil audiometri AC dan BC maka dapat diketahui jenis gangguan pendengaran: konduksi, sensorineural, atau campuran
 
Mudahkan?!, jadi periksakan pendengaran anda secara rutin. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di laboratorium kesehatan, dokter spesialis THT atau fasilitas kesehatan tertentu.
 
 
Sumber:

Fungsi Sinar X Ray

August 5, 2017

Fungsi Sinar X Ray secara umum adalah alat untuk memancarkan sinar elektromagnet yang mempunyai bentuk yang serupa dengan sinar cahaya biasa, inframerah dan gelombang radio.

 

Sinar X merupakan suatu bentuk radiasi elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang berkisar antara 0,01 hingga 10 nanometer dan memiliki frekuensi antara 1016 hingga 1021 Hz. Panjang gelombang sinar ini lebih pendek daripada sinar UV dan lebih lama daripada sinar gamma.[1]

Dibawah ini beberapa fungsi X Ray dalam bidang kedokteran, bandara penerbangan dan bidang industri.

1. Bidang Kesehatan

pada sistem medis, biasanya xray digunakan sebagai scanner atau pendeteksi penyakit dan kerusakan pada anatomi tubuh.

  • Digunakan untuk melihat kondisi tulang, gigi serta organ tubuh manusia yang lainnya tanpa melakukun pembedahan langsung pada tubuh pasien yang lebih dikenal sebagai rontgen.
  • Digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanker. Hal ini dikenal sebagai radioterapi.
  • Digunakan sebagai alat untuk menyelidiki penyebab dan gejala pada penyakit pasien / mendiagnosa suatu penyakit.

2. Bidang Industri

Pada jenis x ray industrial biasanya digunakan untuk mendeteksi kepentingan diindustri, beberapa diantaranya digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa, mendeteksi logam pada makanan dan minuman.

  • Digunakan untuk memeriksa retakan dalam struktur plastik  dan getah.
  • Menghilangkan bakteri berbahaya dari produk kalengan makanan laut dan produk lainnya.
  • Untuk memantau kualitas produk yang dihasilkan oleh sebuah industri.[2]

3. Bidang Penerbangan

  • Untuk membantu mengoptimalkan tingkat penjaga dan kemanan lingkungan bandara sehingga berpotensi untuk  menghentikan tindak kriminalitas dan modus-modus kejahatan lainnya.
  • Untuk memindai jutaan tas dan koper untuk menemukan benda terlarang seperti bom, senjata atau pisau.

4. Bidang Pendidikan

  • Digunakan oleh lembaga- lembaga akademik dan non akademik yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan pengajaran. Beberapa diantaranya yang menggunakan adalah fakultas kedokteran, fakultas teknik sipil, fakultas geologi dan beberapa pendidikan lainnya.

Baca Juga – Fungsi Stetoskop

Dampak Negatif dan Bahaya Penggunaan X Ray

  • Dapat meningkatkan resiko terjangkitnya kanker
  • Menyebabkan gangguan anemia aplastik, yaitu suatu kondisi kesehatan dimana tubuh berhenti dalam memproduksi sel darah yang baru.
  • Dapat meningkatkan resiko kerusakan genetik
  • Masalah infertilitas atau Sulit mendapatkan keturunan
  • Pada wanita hamil, radiasi sinar X dapat meningkatkan resiko semua jenis kanker, tumor sistem saraf, dan leukemia pada janin saat ia telah lahir

Proses Pemeriksaan CT Scan

August 3, 2017

Pemeriksaan CT Scan kali ini merupakan pemeriksaan yang ketiga di RS PI sehubungan dengan operasi gastrectomy pada bulan Mei 2010.

Jadi sekarang saya sudah cukup mengenal prosesnya, suasana di ruangan CT Scan dan juga para petugasnya. Kalau pada awalnya ada perasaan agak “deg2-an”, sekarang sudah tidak lagi…

CT scan (Computerized Axial Tomography, CAT scan) dapat menghasilkan gambaran dari organ tubuh yang tidak bisa dilihat oleh peralatan foto dengan standard x-ray biasa. Sehingga, CT Scan dapat mendeteksi dan mendiagnosa beberapa jenis kelainan dalam tubuh kita (seperti otak, tumor dll.). CT scan tergolong pemeriksaan yang aman


Secara umum, pemeriksaan CT abdomen dilakukan untuk melihat gaster/lambung, liver/hati, gallblader/kantung empedu (khususnya batu empedu), pancreas, usus halus, lesi pada ginjal dan untuk melihat sistem vascular.

Aplikasi lainnya termasuk diagnosa dan mempelajari penyakit jantung, stroke, penyakit vascular, osteoporosis, tulang, sinus, bagian dalam telinga, otak dan pembuluh darahnya, sistem reproduksi dan saluran pencernaan.

CT Scan memiliki kemampuan unik untuk menggambarkan jaringan lunak, tulang dan pembuluh darah. Saat ini termasuk sebagai sarana yang terbaik untuk mempelajari abdomen dan paru.

Proses Pemeriksaan CT Scan:

  1. Persiapan awal – Puasa

    Pagi2, jam 7, saya diminta agar sudah siap oleh petugas radiologi RS PI. Rencananya proses CT Scan dimulai jam 8 pagi. Persiapannya adalah puasa sejak jam 10 malam. Hal ini diperlukan karena pemeriksaan CT Scan untuk bagian abdomen (rongga perut) membutuhkan keadaan saluran pencernaan yang bersih, agar gambarannya dapat tervisualisasi dengan baik.

  2. Persiapan – Minum Cairan Kontras

    Jam 7 pagi, proses pun dimulai, mula2 saya harus meminum segelas besar cairan kontras/barium. Cairan ini warnanya putih kecoklat2an seperti susu. Rasanya agak enek karena agak kental , namun dibanding jaman dulu, sekarang sudah jauh lebih nyaman karena sudah diberi rasa agak manis dan rasa segar jeruk…

    Selain cairan barium/barium-sulfat, cairan kontras bisa juga dari Gastrografin yang merupakan cairan dengan campuran yodium. Rasanya agak kepahit2an.

    Cairan kontras ini digunakan karena dalam pemeriksaan abdomen dibutuhkan adanya pembeda (kontras) pada gambaran struktur organ pencernaan dari gambaran struktur organ lainnya seperti Lymph nodes, massa atau abses pada abdomen.

    Waktu minum kontras tersebut sangat penting untuk memastikan kontras telah tersebar pada sistem saluran cerna. Oleh karena biasanya prosedur minum kontras untuk pemeriksaan CT abdomen atas diatur sbb :

    Minimum 600 ml s/d 750 ml kontras dibagi 3 bagian/gelas.
    – Bagian Pertama : diminum 30 menit sebelum pemeriksaan.
    – Bagian kedua : diminum 15 menit sebelum pemeriksaan.
    – Bagian ketiga : diminum 5 menit sebelum pemeriksaan

    Setelah selesai minum cairan kontras, saya masuk ke ruangan CT Scan.

    Oya, tentunya pernah terbersit juga, apakah cairan kontras aman untuk diminum? Secara umum barium dan gastrografin aman dan pada akhirnya akan keluar melalui saluran pencernaan. Efek sampingnya minor dan hanya sementara seperti sembelit, mungkin saja bisa terjadi.

  3. Persiapan di Ruang CT Scan

    Pertama2 kita harus mengganti baju dengan baju khusus yang menyerupai kimono. Pakaian kita semua dilepas (kecuali pakaian dalam).

    Setelah melepas pakaian, saya menyempatkan diri menimbang badan, wah, sekarang sudah turun lagi jadi 50kg saja… “pak, timbangannya memang agak kurang”… kata petugas CT Scan di RS PI yang memperhatikan saya agak terheran2… rupanya petugas di sana juga dibekali dengan keahlian untuk membuat pasien merasa nyaman.
    Setelah mengenakan kimono, saya berbaring di tempat khusus pada mesin CT Scan.

    Ruangan CT Scan sangat dingin karena suhunya perlu dijaga agar peralatannya dapat bekerja dengan baik. Untuk mengurangi rasa dingin, pasien diberi selimut tebal. Nah, ini bedanya, waktu di RS sebelumnya saya tidak diberi selimut, jadi kebayang kan kalau orang lagi sakit mesti di CT Scan…

    Sebelum dimulai, pasien diminta untuk menandatangani pernyataan telah mengetahui beberapa risiko yang dapat terjadi dalam proses CT Scan, termasuk reaksi pemberian cairan kontras.

  4. Proses Scan Pertama

    Tempat kita berbaring akan bergerak melalui “terowongan” yang sebenarnya adalah “kamera-berputar” untuk melihat foto 3-dimensi dari bagian dalam tubuh kita. Saat kita bergerak melalui terowongan tersebut, harus tahan nafas secara beberapa detik.

    CT scan pertama kali dikembangkan pada tahun 70-an. Awalnya adalah untuk melihat gambaran di kepala. Saat ini prosesnya relatif cepat sehingga pasien dapat merasa lebih nyaman dan resolusi gambarannya pun bisa cukup tinggi.

    CT menggunakan komputer dan peralatan sinar-x yang berputar pada bagian terowongannya. Saat mesin scanner berputar, akan dipotret beberapa profil organ tubuh kita, sekitar 1,000 profil setiap putaran. Masing2 profil dianalisa oleh komputer dan dikompilasi menjadi bentuk gambar 2 dimensi.

  5. Suntikan Cairan Kontras

    Setelah proses CT Scan pertama selesai, saya diberikan suntikan cairan kontras. Ya, selain diminum, cairan kontras juga dapat diberikan melalui suntikan. Cairan kontras melalui suntikan ini diperlukan untuk memperjelas gambaran pembuluh2 darah dan struktur organ2 tubuh seperti otak, tulang belakang, hati dan ginjal. Cairan ini biasanya berupa campuran Yodium, berwarna bening. Kadangkala, injeksi diberikan melalui alat khusus dengan jarum yang halus (seperti pada CT Scan jantung).

    Setelah disuntikkan, cairan ini akan mengalir pada pembuluh darah dan setelah CT Scan selesai, ginjal serta hati akan membersihkan cairan tersebut dari tubuh pasien. Biasanya pasien akan disuruh minum air putih yang banyak agar cairan tersebut bisa segera dibersihkan.

    Selain diminum dan disuntik, cairan kontras dapat juga diberikan melalui dubur (untuk pemeriksaan daerah usus besar) dan melalui hidung/paru2 dengan cara menghirup (inhalation). Inhalation ini tidak umum, menggunakan gas xenon, untuk kasus yang sangat khusus melihat jaringan paru2 atau otak. Teknik ini juga hanya tersedia pada negara/kota tertentu saja di dunia dan benar2 untuk kasus yang langka.

    Suntikan cairan kontras ini telah digunakan bertahun2 tanpa efek samping yang serius. Efek yang paling umum adalah perasaan “hangat” saat cairan disuntikkan, yang diikuti dengan perasaan aneh di mulut dalam beberapa menit saja.

    Efek lainnya yang mungkin timbul adalah gatal2 yang bisa terjadi sampai beberapa jam setelah CT Scan. Reaksi alergi yang tidak umum adalah kesulitan bernafas dan pembengkakan tenggorokan atau organ lainnya. Untuk yang terakhir ini perlu segera ditindaklanjuti secara medis.

  6. Proses Scan Kedua

    Setelah diberikan suntikan cairan kontras, kembali dilakukan scanning seperti proses yang pertama. Total proses yang saya alami ini memakan waktu sekitar 45 menit (sudah rapi ganti baju lagi).

    Setelah selesai, hasil CT Scan akan dianalisa oleh dokter radiologi dan nantinya akan saya konsultasikan dengan dokter onkologi…

CT Scan termasuk proses pemeriksaan yang mahal. Di RS PI, CT Scan abdomen dengan kontras seperti di atas bisa dikenakan biaya sampai di atas 4,5 juta. Bersyukur saya tidak perlu mengeluarkan biaya karena sudah di’cover’ dengan jaminan/asuransi dari tempat saya bekerja.

Khusus bagi pasien kanker GIST, saya mendapat informasi dari sahabat di Himpunan Elgeka (Himpunan penderita leukemia CML dan penderita kanker GIST) bahwa CT Scan di RSCM tidak dikenakan biaya bagi pemegang kartu kuning (Askes – PNS). Selain itu, pasien GIST pemegang kartu Jamkesnas dan Jamkesda juga tidak dikenakan biaya CT Scan di RSU/RSUD (informasi dari sahabat di daerah a.l. Magelang).

Oya, sebagai informasi tambahan, disamping CT Scan, dikenal pula MRI (magnetic resonance imaging), bedanya adalah CT menggunakan sinar-X, sementara itu, MRI menggunakan medan magnetik yang memonitor atom hydrogen yang ada di cairan dalam tubuh kita.

Selain CT Scan dan MRI, dikenal pula Positron Emission Tomography (PET) Scan yang dikenal untuk melihat metastase atau penyebaran kanker. PET Scan ini jauh lebih mahal lagi biayanya, bisa mencapai lebih dari 15 juta. Saat ini yang saya tahu baru ada satu tempat PET Scan di Indonesia yaitu di sebuah RS di daerah Pluit. Biasanya pasien yang melakukan PET Scan pergi ke negara tetangga…

Pengertian dan Penggunaan Ekg (Elektrokardiogram)

August 3, 2017

Elektrokardiogram (EKG) atau electrocardiogram (ECG) adalah tes medis untuk mendeteksi kelainan jantung dengan mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung, sebagaimana jantung berkontraksi. EKG dapat membantu mendiagnosis berbagai kondisi kesehatan seperti aritmia jantung, pembesaran jantung, peradangan jantung (perikarditis atau miokarditis), dan penyakit jantung koroner.

Mesin yang mencatat EKG disebut dengan elektrokardiograf. Elektrokardiograf akan mencatat aktivitas listrik otot jantung dan menampilkan data ini pada layar visual atau pada kertas print. Data ini kemudian ditafsirkan oleh dokter yang ahli.

Hasil EKG yang normal dari jantung memiliki karakteristik yang khas. Irama jantung yang tidak teratur atau kerusakan pada otot jantung dapat berdampak pada aktivitas listrik jantung sehingga mengubah bentuk EKG. Seorang dokter mungkin akan merekomendasikan tes EKG pada pasien yang mungkin berisiko mengalami penyakit jantung karena adanya riwayat keluarga penyakit jantung, atau karena kebiasaan merokok, obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi.

Masalah-masalah jantung yang didiagnosis dengan EKG


Berbagai masalah jantung yang dapat didiagnosis dengan EKG, antara lain:

  • Pembesaran jantung
  • Cacat jantung bawaan yang melibatkan sistem kelistrikan jantung
  • Aritmia (irama jantung abnormal - cepat, lambat atau denyutnya tidak teratur)
  • Kerusakan jantung seperti ketika salah satu arteri jantung tersumbat (oklusi koroner)
  • Suplai darah yang buruk ke jantung
  • Posisi normal dari jantung
  • Peradangan jantung - perikarditis atau miokarditis
  • Serangan jantung selama di ruang gawat darurat atau pemantauan di ruang ICU (intensive care unit)
  • Gangguan sistem konduksi jantung
  • Ketidakseimbangan kimia darah (elektrolit) yang mengontrol aktivitas jantung.

Seseorang dengan penyakit jantung bisa jadi menunjukkan hasil EKG yang normal jika kondisi penyakit jantungnya itu tidak melibatkan gangguan dalam aktivitas kelistrikan jantung. Untuk kondisi ini disarankan untuk melakukan metode diagnostik lain.
 

Masalah medis yang perlu dipertimbangkan dengan EKG


Dokter mungkin akan merekomendasikan tes EKG jika pasien mengalami gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, pingsan, napas cepat atau detak jantung tidak teratur (palpitasi). EKG sering dilakukan untuk memantau kesehatan pasien yang telah didiagnosis dengan masalah jantung, untuk membantu menilai alat pacu jantung buatan atau untuk memonitor efek dari obat tertentu pada jantung.

Tidak ada persiapan khusus untuk melakukan EKG, jadi pasien tidak perlu berpuasa sebelum tes. Tapi Anda harus memberitahukan dokter jika Anda tengah mengonsumsi suatu obat sebelum melakukan tes EKG, dan juga beritahukan dokter jika Anda memiliki alergi terhadap pita perekat (adhesive tapes) yang mungkin digunakan untuk menempelkan elektroda dalam pemeriksaan EKG.

Prosedur EKG


Elektroda EKG akan ditempelkan pada dada, pergelangan tangan dan kaki, jadi sebaiknya Anda (terutama wanita) menggunakan pakaian dengan atasan dan bawahan yang terpisah. Ini untuk mempermudah pemasangan elektroda EKG. Jika lokasi penempelan elektroda EKG didapati banyak bulu, bisa saja dokter memerintahkan untuk mencukurnya terlebih dahulu. Sensor yang disebut dengan elektroda akan dilekatkan pada dada, pergelangan tangan dan kaki, baik dengan menggunakan semacam cangkir hisap atau gel lengket. Elektroda ini selanjutnya akan mendeteksi arus listrik yang dihasilkan jantung yang diukur dan dicatat oleh mesin elektrokardiograf.

Tiga jenis utama EKG, meliputi:

  • EKG istirahat (resting ECG) - pasien berbaring. Selama tes pasien tidak diperbolehkan bergerak, karena impuls listrik lain dapat dihasilkan oleh otot-otot lain selain jantung yang dapat mengganggu pemeriksaan jantung Anda. Jenis EKG ini biasanya memakan waktu lima sampai sepuluh menit.
  • EKG ambulatory (ambulatory ECG) - EKG ambulatory atau Holter dilakukan dengan menggunakan alat perekam portabel yang dipakai setidaknya selama 24 jam. Pasien bebas untuk bergerak secara normal sementara monitor terpasang. Jenis EKG ini digunakan untuk pasien yang gejalanya intermiten dan mungkin tidak muncul selama tes EKG istirahat. Orang yang sembuh dari serangan jantung dapat dimonitor dengan cara ini untuk memastikan ketepatan fungsi jantungnya.
  • Test stres jantung - tes ini digunakan untuk merekam EKG pasien sementara pasien menggunakan alat seperti sepeda atau berjalan diatas treadmill.  Jenis EKG ini membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit.


Pasca prosedur EKG


Elektroda EKG dilepas. EKG tidak akan menyakitkan dan non-invasif, artinya kulit Anda sama sekali tidak akan rusak (tidak seperti jarum yang menembus kulit). Dokter dapat menginterpretasikan hasil EKG langsung berdasarkan riwayat medis kesehatan, gejala, dan pemeriksaan klinis pasien.

Setelah dirumah


Pasien dapat melanjutkan aktivitasnya seperti biasa setelah menjalani tes EKG. EKG adalah tes medis non-invasif dan tidak melibatkan penggunaan obat-obat (seperti anestesi) atau memerlukan waktu untuk pemulihan.

Kemungkinan komplikasi EKG


EKG merupakan prosedur medis yang aman, dan sejauh ini belum ditemukan risikonya. EKG tidak mengirimkan arus listrik ke tubuh Anda, artinya Anda tidak terkena stroom. Hanya saja ada kemungkinan adanya orang yang mungkin mengalami alergi atau sensitif terhadap elektroda yang menyebabkan kulit mereka gatal dan kemerahan. Namun hal ini sangat jarang terjadi.

Prospek jangka panjang


Hasil EKG akan menentukan langkah perawatan pasien selanjutnya, jika memang diperlukan perawatan. Pengobatan juga tergantung dari diagnosis tapi biasanya mencakup, misalnya:

  • Aritmia - obat atau operasi (seperti memasang alat pacu jantung buatan)
  • Penyakit arteri koroner atau serangan jantung - obat seperti beta-blocker, berhenti merokok, perubahan pola makan dan operasi bypass arteri koroner
  • Tekanan darah tinggi - perubahan pola makan, olahraga teratur, dan obat-obatan.


Tes lain untuk memeriksa jantung


Tes-tes lain yang dapat membantu mendiagnosis masalah jantung, antara lain:

  • Pemeriksaan fisik
  • Sinar-x (rontgen) dada
  • Echocardiogram (USG jantung)
  • Magnetic resonance imaging (MRI) atau CT scan dada
  • Tes darah
  • Kateterisasi jantung (penyisipan kateter melalui pembuluh darah pangkal paha ke jantung).

Konsultasi Penyakit Paru

August 2, 2017

Apa itu Konsultasi Penyakit Paru?

Pulmonologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus dalam menangani penyakit sistem pernapasan, khususnya pada saluran pernapasan atas, paru-paru, dan tabung bronkial. Pulmonologi dikenal dengan nama “pengobatan saluran pernapasan”, karena banyak berurusan dengan penyakit yang mengganggu saluran pernapasan dan ventilasi.

Dokter yang bekerja pada bidang ini disebut “spesialis pulmonologi”. Mereka merupakan spesialis penyakit dalam yang telah mengikuti pelatihan spesialis bidang pengobatan paru-paru. Para dokter ini harus lulus ujian sebelum mendapat sertifikasi dan izin praktik sebagai spesialis pulmonologi. Mereka dilatih untuk menangani masalah kondisi pernapasan yang umum dan kompleks, tapi kebanyakan hanya mereka yang mengalami masalah pernapasan berat yang mengunjungi spesialis pulmonologi.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Penyakit Paru dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi gangguan paru dianjurkan untuk pasien dengan kondisi yang terlalu kompleks untuk ditangani oleh dokter penyakit dalam. Sehingga, pasien harus dirujuk pada dokter spesialis. Di bawah ini adalah beberapa kondisi pernapasan yang mengharuskan pasien segera berkonsultasi pada spesialis pulmonologi:

  • Asma – asthma adalah penyakit jangka panjang yang belum bisa disembuhkan, menjangkiti anak-anak juga orang dewasa. Tingkat keparahan asma dari yang ringan hingga serangan berat, dengan kondisi khusus yang mengharuskan penanganan rumah sakit segera. Karena asma tidak bisa disembuhkan, cara terbaik mengatasinya ialah dengan perawatan efektif. Oleh sebab itu, konsultasi pada spesialis pulmonologi memegang peranan penting. Dokter spesialis akan membantu menemukan pemicu asma dan membuat rencana perawatan asma untuk menekan munculnya serangan asma.

  • Tuberkulosis (TBC) – Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain menyerang paru-paru juga dapat menyebabkan kematian. Pengidap TBC dapat membuat orang-orang di sekitarnya tertular melalui batuk atau bersin. Karena TBC mudah ditularkan, konsultasi dengan spesialis penyakit paru-paru diperlukan agar penyakit dapat segera ditangani dan mencegah penularan.

  • Penyakit paru obstruktif kronis [COPD] – penyakit yang bersifat progresif ini menghalangi keluar-masuknya udara pada paru-paru. COPD terdiagnosa apabila (1) jalur dan kantong udara tidak lagi elastis; (2) dinding di antara kantong-kantong udara menghilang sehingga kantong udara berkurang namun membesar; (3) dinding jalur udara membengkak dan meradang; dan (4) jalur udara tersumbat oleh banyak lendir/ingus. Terdapat dua penyakit yang berujung pada COPD, yaitu emfisema dan bronkitis. Pada emfisema, dua kondisi pertama COPD akan terlihat – kantong udara rusak dan membesar. Pada bronkitis kronis, dua kondisi terakhir COPD terdeteksi – lapisan jalur udara terus meradang, sehingga akan memproduksi lebih banyak lendir dan menyumbat jalur udara, membuat penderita sulit bernapas.

  • Penyakit paru interstisial (penyakit parenkim paru) – penyakit yang disebabkan oleh paru-paru yang terus tergores dan menghambat pasien untuk menarik napas panjang. Gejala umum penyakit ini, antara lain napas pendek, batuk, dan paru-paru tiba-tiba kaku yang mengganggu pernapasan pasien.

Cara Kerja Konsultasi Gangguan Pernapasan

Konsultasi dimulai dengan membicarakan riwayat kesehatan pasien. Biasanya, pasien akan dirujuk pada spesialis gangguan pernapasan, jika dokter umum tidak dapat mengatasi penyakit yang terlalu rumit. Catatan kesehatan pasien harus dibawa saat konsultasi agar spesialis pulmonologi memahami kondisi pasien sepenuhnya. Dokter spesialis perlu tahu jika pasien terkena kontak langsung dengan asbes, asap pada tempat pembuangan, asap dari lokasi pertambangan, dan asap rokok, yang merupakan penyebab utama timbulnya penyakit. Dokter juga akan menjalankan uji fisik untuk mengukur kemampuan bernapas dan memeriksa tanda-tanda clubbing (pembulatan) pada tangan pasien, hal ini merupakan gejala umum yang ditemui pada beberapa kondisi gangguan paru-paru.

Demi mendapat informasi tambahan akurat yang dibutuhkan untuk mengenali potensi penyakit paru-paru, spesialis pulmonologi akan meminta pasien mengikuti rangkaian tes berupa:

  • Pemindaian diagnostik, seperti rontgen dan CT-scan pada dada.

  • Uji fungsi paru – prosedur ini bertujuan untuk melihat kerja paru-paru menangani pergerakan udara pada jalur udara, volume paru-paru, tekanan pernapasan, dan kapasitas penyebaran karbon monoksida. Tes ini juga menyertakan uji latih jantung-paru untuk memastikan kekuatan reaksi paru-paru.

  • Bronkoskopi fleksibel (fiberoptic bronchoscopy) – Prosedur ini bertujuan untuk melihat lintasan jalur udara, lalu mencari ketidakwajaran dan mengumpulkan jaringan paru-paru untuk prosedur biopsi.

Ketika spesialis pulmonologi sudah mendapatkan gambaran lengkap atas kondisi pasien, ia akan menganjurkan rencana pengobatan yang akan mencakup obat-obatan, rehabilitasi paru, larangan merokok, pengaturan pola makan, dan pengobatan terapi lainnya.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Penyakit Paru

Konsultasi penyakit paru merupakan prosedur yang 100% aman. Namun kemungkinan komplikasi dan risiko akan muncul setelah beberapa prosedur tertentu, seperti bronkoskopi yang menyebabkan pendarahan dan gangguan pada jalur udara.

Mesin Anestesi Terbaik

August 2, 2017

Salah satu perangkat kesehatan yang wajib ada di sebuah rumah sakit adalah mesin anestesi.Mesin anestesi merupakan perangkat kedokteran yang memiliki fungsi untuk menyalurkan anestesi aman sesuai dengan dosis nya yang diberikan kepada pasien.

Dalam hal ini, mesin anestesi sangat berperan penting untuk mengatur aliran oksigen, nitro dioksida, anestetik, dan keluarnya karbon dioksida pada pasien.Ada banyak rangkaian mesin anestesi dengan ragam daftar harga mesin anestesi.Ada yang manual, ada juga yang sudah otomatis diatur oleh komputer.Beberapa jenis diantaranya seperti alat bius anestesi plus inhalasi dan ventilator, ada mesin bius hirup untuk keperluan pembedahan atau operasi, dan perangkat anestesi lainnya.

harga mesin anestesi murah

Jika semakin canggih spesifikasi pada mesin anestesi tertentu maka tentu harga yang dibanderolkan juga akan semakin tinggi. Jika anda sedang mencari mesin anestesi terbaru dengan spesifikasi yang lengkap, kini sudah banyak toko kesehatan online yang menjual beragam perangkat kesehatan, dimana di dalamnya tentu termasuk alat anestesi.Dalam situs distributor alat kesehatan tersebut, sudah lengkap berisi jenis-jenis alat anestesi, dilengkapi dengan daftar harga mesin anestesi.

Jika anda sedang cari daftar harga mesin anestesi dengan harga murah, kali ini kita akan ulas sedikit beberapa diantaranya:

  • Anestesi Portable. Mengenai spesifikasi salah satu mesin anestesi murah yakni anestesi portable. Produk Anestesi Portable ini merupakan barang impor dari China dengan merk Hostech. Harganya terbilang cukup terjangkau untuk ukuran mesin anestesi pada umumnya, dimana harga yang dipasarkan yakni Rp 70.000.000,-. Selain murah, bentuk alat anestesi portable ini juga lebih kecil sehingga lebih menghemat ruang dan cocok digunakan di klinik-klinik kecil. Hanya saja mesin anestesi portable ini belum disertai dengan ventilator. Jika ditambah dengan ventilator maka harganya akan lebih mahal.
  • Selain itu, ada juga mesin anestesi yang sudah lengkap dengan ventilator dan vaporiser nya, yakni Anestgesia Machine Soft Lander SL 210 Sharp. Ventilator yang digunakan adalah model SS 1200 dan vaporizer tipe connector.Mesin anestesi yang diproduksi oleh Sharp dari Jepang ini merupakan mesin yang memiliki performa terbaik.daftar harga mesin anestesinya pun bervariasi, dimana ada juga yang bisa dibeli terpisah antara mesin dan ventilatornya. Alat anestesi Soft Lander SL 210 Sharp memiliki berat sekitar 50 kg dan sudah disertai dengan safety device yakni alarm, N20 cut off, O2 flush, dan O2 Controller Ratio.

Berbagai alat kesehatan untuk kebutuhan klinik seperti alat anestesi, hingga daftar harga mesin anestesi bisa dengan mudah diakses melalui browser. Kini bahkan pemesanan alat kesehatan pun bisa dilakukan melalui online store. Distributor alat kesehatan di Jakarta misalnya, juga bisa melayani pemesanan hingga ke klinik di luar pulau Jawa sekalipun.

Meskipun semakin mudah mengakses informasi seputar pemesanan alat kesehatan ini, namun tentu kita harus tetap waspada.Pasalnya, harga alat kesehatan tidaklah murah, dan tentu sangat penting untuk memperhatikan keamanan dari alat itu sendiri.

Alat kedokteran untuk kebutuhan klinik harus sesuai dengan standar yang seharusnya, maka untuk itu pastikan bahwa ketika anda melakukan pemesanan alat kedokteran via media online, sebaiknya pastikan bahwa online store penyedia device kesehatan merupakan tempat yang terpercaya dan menyediakan alat kesehatan yang berkualitas baik. Tanyakan spesifikasi alat dengan detail pada si penjual agar anda bisa mendapatkan alat kesehatan yang sesuai.

Pemeriksaan USG

July 31, 2017

 

Hamil merupakan peristiwa besar dalam kehidupan seorang wanita. Karena itu, bisa dipahami bila ia berusaha merawat dan menjaga kehamilannya sebaik mungkin. Mulai dari mengkonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, rutin periksa ke bidan atau dokter, termasuk melakukan pemeriksaan dengan alat canggih bernama ultrasonografi (USG).

Apa itu pemeriksaan dengan USG? Ini adalah salah satu cara pemeriksaan organ tubuh dengan gelombang suara berfrekwensi tinggi. Gelombang suara ini kemudian diarahkan ke dalam tubuh dengan alat ultrasonografi.Pada dasarnya, prinsip USG itu sama dengan teknologi deteksi kapal selam yang pakai sonar.

Sebenarnya, asalkan dapat memantulkan gelombang suara frekwensi tinggi, setiap organ dalam tubuh dapat diperiksa dengan USG. Misalnya jantung, hati, kantung empedu, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Namun bagaimanapun juga, tetap ada organ tertentu yang berisi rongga udara sehingga kurang mampu memantulkan gelombang suara berfrekwensi tinggi. Organ yang dimaksud misalnya paru, lambung, dan usus. Organ-organ inilah yang tak dapat diperiksa dengan USG.

USG dapat mendeteksi berbagai kelainan, seperti pembengkakan atau penyusutan organ secara detail. Mulai dari tumor berdiameter 5 mm, batu pada kandung empedu ataupun ginjal, bahkan sampai nanah pada organ dalam tubuh. Tak hanya itu, USG juga ampuh untuk mendeteksi adanya cairan atau perdarahan ataupun kebocoran dalam organ dalam tubuh. Dalam perkembangan teknologi terakhir, USG bahkan digunakan sebagai tuntunan dalam melakukan biopsi (pengambilan jaringan) di dalam organ tubuh kita.

Salah satu fungsi pemeriksaan dengan ultrasonography (USG) adalah untuk melihat kehamilan. Pemeriksaan kehamilan dengan USG sendiri dibagi dalam 3 tahapan. Pada pemeriksaan trimester pertama, diperiksa kemungkinan adanya ancaman keguguran. “Ancamannya macam-macam, antara lain kehamilan tidak berkembang, kehamilan di luar kandungan, kehamilan dengan mola (hamil anggur), perdarahan di balik calon ari-ari, dan sebagainya.

Bagi ibu hamil, USG biasanya digunakan untuk menetapkan umur kehamilan, letak ari-ari, dan jenis kelamin janin. USG juga biasa digunakan untuk mendeteksi kelainan dalam kandungan seperti kista indung telur, ataupun tumor. Karena itu, sebaiknya pemeriksaan dengan USG dilakukan oleh para ibu hamil paling sedikit dua kali sepanjang masa kehamilan. Ini karena, dengan USG, dapat dipantau keadaan bayi, seperti gerakan janin.

Pada trimester pertama, pemeriksaan USG juga akan membantu memastikan ada-tidaknya detak jantung janin. "Kita juga bisa lihat kelainan lain, misalnya bayi kembar. Kembar pun bisa dibagi-bagi, apakah kembar dengan sekat atau kembar siam. Jadi, kita bisa ambil tindakan sejak dini.” Juga, deteksi adanya kelainan bentuk kepala. “Ada lho, janin yang tulang kepalanya tidak terbentuk.”

Pada trimester pertama juga dapat diketahui ketebalan tengkuk (nuchal translucency) untuk mendeteksi down sindrom. “Jika ketebalan tengkuk rata-rata pada kehamilan 14 minggu di atas 2,5 ­ 3 mm, kita harus melakukan pemeriksaan kromosom dengan amniosintesis.”

Pada trimester kedua, USG akan membantu melihat bentuk jantung dan sistem saraf pusat (SSP). “Ada enggak kelainan di otak, kelainan hidrosephalus, kelainan katarak pada bola mata, kelainan rongga jantung seperti jantung bocor, dan sebagainya.” Skrining pada jantung dikenal sebagai pemeriksaan 4 chamber view (pandangan 4 ruangan).

Pada pemeriksaan trimester kedua ini juga bisa dilihat ada-tidaknya kelainan tulang belakang, meliputi celah pada tulang belakang (spina bifida). “Awal trimester kedua juga bisa menentukan adanya bibir sumbing,” lanjut Okky.

Pada trimester ketiga, kita bisa melihat kelainan janin yang berhubungan dengan persalinan. “Misalnya, apakah tali pusat menempel pada plasenta dengan baik. Juga kelainan lain, seperti ari-ari di bawah atau janin terlilit tali pusat, dan sebagainya.”

Yang jelas, USG merupakan alat dasar seorang dokter kandungan, sama halnya stetoskop bagi dokter umum. “Paling tidak, dengan USG akan ketahuan, apakah janin yang di kandung kembar, janin hidup atau enggak.”

Gerakan ini berupa gerakan menggeliat, dan ini akan mulai terlihat sejak usia kehamilan 8-10 minggu. Sedangkan gerakan tangan dimulai pada usia kehamilan 14-16 minggu yang akan dirasakan si ibu pada usia kehamilan 20 minggu. Pada usia kehamilan 20 minggu, USG juga dapat memantau berbagai gerakan janin seperti memegang, mengepal, membuka tangan, mengunyah, mengisap jempol, ataupun menoleh. Sementara pada usia kehamilan 26 minggu, USG dapat memantau gerakan bernafas, dan pada usia kehamilan 35 minggu, janin sudah bisa merespon terhadap cahaya.

Tanpa efek samping

Namun, tak sedikit ibu yang cemas menjalani pemeriksaan dengan USG. Ada kabar burung yang menyebutkan, USG bisa menyebabkan keguguran. “Padahal pemeriksaan USG tidak terbukti dapat meningkatkan risiko keguguran,” kata Nurwansyah.

Sebaliknya, pemeriksaan dengan USG justru dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain mendeteksi kelainan anatomis pada organ dengan cepat dan akurat. Hal inilah yang memungkinkan dokter untuk merencanakan pemeriksaan lanjutan yang lebih terarah, sehingga diagnosis yang pasti dapat dilakukan lebih dini. Dengan begitu, ketika ada pasien mengalami suatu masalah atau kelainan, bisa dilakukan perawatan lebih dini. Masa penyembuhan pun menjadi lebih cepat.

Berbeda dengan pemeriksaan rontgen yang menggunakan sinar tembus dan dapat menimbulkan kelainan pada jaringan tubuh karena radiasinya, pemeriksaan USG tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi ibu dan janin. Penelitian yang dilakukan para peneliti dari King Edward Memorial Hospital, Australia, menunjukkan, USG tidak akan mempengaruhi tumbuh kembang fisik dan otak bayi saat mereka memasuki usia balita. Penelitian ini sendiri telah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu, dan melibatkan 2.700 anak balita beserta ibunya.

Patut pula dicatat, pemeriksaan dengan USG juga tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien dan tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, khusus untuk pemeriksaan kantung empedu, memang perlu puasa sekurangnya delapan jam.

 

Search

Archive

Comments

There are currently no blog comments.